Sabtu, 04 Februari 2012

psikologi peserta didik

BAB I PENDAHULUAN  

A. Latar Belakang Psikososial bisa didefinisikan sebagai aspek yang ada hubungannya dengan kejiwaan kita dan sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri kita, sedangkan aspek sosial berasal dari luar (eksternal). Kedua aspek ini sangat berpengaruh kala masa pertumbuhan kita.Remaja adalah sebuah cerminan dari tingkah laku dan kepribadian manusia baik ia pada tingkat anak maupun dewasa. Pola tingkah laku yang muncul pada kalangan remaja sangat berragam sehingga pada tahap ini pebentukan karakter kepribadian remaja dapat ditentukan oleh beberapa apek diantaranya keluarga,masyarakat dan lingkungan. Kemunculan karakter dan kepribadian anak dikatakan baik atau tidak tergantung dari proses yang ia lalui misalnya seorang individu terlahir dan mendiami suatu wilayah yang penuh dengan konflik maka jelas akan berdampak pada karakter yang boleh dikatakan tempramen bahkan bias menjadi orang yang sangaat tertutup. Sudah saatnya perubahan diri terjadi bukan dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri karena seharusnya aspek psikososial berlangsung secara seimbang. Pengaruh dari luar harusnya mampu mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Dengan kondisi ini, diharapkan interaksi aspek psikologi dan sosial dapat menjadi positif, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada pembentukan identitas diri kita.

B. Rumusan Masalah 
Adapun rumusan masalah dari makalah ini, yaitu: a. Apa itu tugas perkembangan remaja? b. Apa itu perkembangan psikososial? 

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu: a. Menjelaskan tugas perkembangan remaja. b. Mendeskripsikan perkembangan psikososial.

BAB II PEMBAHASAN 

A. Tugas Perkembangan Remaja 
1. Pengertian tugas perkembangan Tugas-tugas perkembangan(development tasks) yakni tugas atau kewajiban yang harus dilalui oleh setiap individu sesuai dengan tahap perkembangan individu itu sendiri.Sejak dari kandungan , bayi, anak-anak, remaja, dewasa sampai usia lanjut , setiap individu harus melakukan tugas itu.Keberhasilan individu dalam menunaikan tugas ini ,akan menentukan perkembangan keperibadiannya. Manusia tumbuh dan berkembang pada masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangan itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan .Interaksi sosial merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial.
2. Jenis-jenis tugas perkembangan remaja Adapun tugas-tugas perkembangan remaja menurut Havighurts (dalam Helms dan turner,1995;Suardiman,1987;Thornburg,1982 adalah sebagai berikut; 1) Menyesuakan diri dengan perubahan fisiologi-psikologi.Diketahui bahwa perubahan fisiologi yang dialami oleh individu, mempengaruhi pola perilakunya. Di satu sisi, ia harus dapat memenuhi kebutuhan dorongan biologis(seksual) ,namun bila dipenuhi maka akan melanggar norma-norma sosial, pada masyarakat,pasahal dari sisi penampilan fisik sama seperti orang dewasa.Oleh karena itu dapat menyesuaikan diri dengan baik. 2) Belajar bersosialisai sebagi seorang laki-laki maupun wanita. Dalam hal ini seorang remaja diharapkan mampuh bergaul dan menjalin hubungan dengan individu yang berbeda jenis kelamin, yang didasari atas saling menghargai dan menghormati antar satu dengan yang lain.pergaulan dengan lawan jenis ini sebagai suatu hal yang sangat penting, karena dianggap sebagai upaya untuk mempersiapkan diri guna memasuki pernikahan nanti. 3) Memperoleh kebebasan dari orang tua dan masyarakat lain. Ketika sudah menginjak remaja, hubungan individu mempunyai pergaulan yang sangat luas,dibandingkan dengan masa kanak-kanak debelumnya yaitu selain dari teman-teman tetangga, teman sekolahtetapi juga dari orang dewasa lainya. Hal ini menunjukan bahwa individu remaja tidak bergantung pada orang tua . Bahkan mereka menghabiskan sebagian besar waktunya dengan teman-temannya (peer group), disbanding kehidupan remaja dengan keluarganya. 4) Remaja mertugas menjadi warga Negara yang bertanggung jawab. Untuk dapat melanjutkan tugas ini, umumnya remaja mempersiapkan diri dengan menempuh penfifikan formal maupun nonformal agar memiliki taraf ilmu pengetahuan, keterampilan/keahlian yang professional.Oleh Schaie (dalam santrock, 1999) masa terdebut masa aquisitif yakni masa dimana remaja berusaha mencari bekal pengetahuan dan keterampilan guna mewujudkan cita-citanya,agar menjadi seorang ahli yang professional dibidangnya.Warga Negara yang betanggung jawab ditandai dengan kepemilikan taraf keahlian dan profesi yang dapat disumbangkan bagi pengembangan masyarakat. 5) Memperoleh kemandirian dan kepatian secara ekonomis.tujuan seorang individu mempersiapkan diri dalam penguasan ilmu pengetahuan dan keahlian tersebut, ialah agar dapat bekerja sesuai keterampilan dan bidang ilmunya sehingga dapat menghidupi diri sendiri maupun keluarganya nanti. Sebab keinginan terbesar seorang individu adalah menjadi orang yang mandiri dan tak bertanggung terhadap orang tua secara psikis dan ekonomis.Karena itu remaja sering mengambil keputusan dengan cara bekerja separu waktu,disela-sela belajarnya(part-timer).

B. Perkembangan Psikososial 
1. Perkebangan Identitas Diri Setiap individu dihadapkan pada satu krisis. Itulah mejadi tugas bagi seseorang untuk melakukan dengan baik. Pada diri remaja yang mengalami krisis, menurut Erik Erikson (Hall, Lindsey dan Champbel,1998), berarti menunjukan bahwa dirinya sedang berusaha mencari jati dirinya.Yang dimaksud dengan krisis (crisis) adalah,seatu masalah yang berkaitan dengan tugas perkembangan yang harus dilalui oleh setiap individu,termasuk remaja.keberhasilan menghadapi krisis menjadikannya percaya diri berarti ia mampuh menunjukan jati dirinya (self-identity), sebaliknya individu yang gagal menghasapi krisis cendrung akan memiliki kebingungan identitas ((identity diffusion). Orang ini sering ditandai dengan perasaan tidak mampu,tidak berdaya,penurunan harga diri,akibatnya pesimis menghadapi masa depannya. 

2. Karakteristik Individu yang Memiliki Identitas Diri Ciri individu yang memiliki identitas diri yakni memiliki karakteristik sebagai berikut; 1) Konsep diri (self-concept) adalah gambaran diri tentang aspek fisioogis maupun psikologis yang berpengaruh pada perilaku individu dalam penyesuaian diri orang lain. Aspek fisik meliputi warna kulit,bentuk tubuh,tinggi badan,wajahnsedangkan psikologi meliputi; kebiasaan,kepribadian,watak,sifat-sifat,kecerdasan minat-bakat, dan kemampuan lainnya.pembentukan konsep diri dikatakan berhasil apabila ia mampu menerima kelebihan dan kekurangannya.konsep diri yag baik akan mempengaruhi individu dalam penyesuain diri dengan lingkungan sosialnya. 2) Evaluasi diri (self- evaluation). Penerimaan kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri individu yang baik berarti ia memiliki kemampuan untuk menilaidan mengevaluasi dirinya sendiri.kemampuan itu timbul karena ada kesadaran akan segala potensi yang dimiliki. Oleh karewna itu evaluasi diri bias membentuk self- concept. 3) Harga diri ( self-(esteem). Seorang yang mampu mengevaluasi diri akan memungkinkan diri individu dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat, artinya sejauh mana ia menghargai diri sebagai seorang yang pribadi yang memiliki kemandirian,kemauan,kehendak,dan kebebasan dalam mewnetukan perilaku dalam hidupnya. Orang yang memiliki harga diri yang baik akan mengharai diri secara proporsional. Proporsional merupakn tindakan yang tepat bagi seorang yang mempunyai identitas diri yang matang.penghargaan diri yang baik ditunjukan dengan bagaimana seorang individu berkata,bersikap,berpikir maupun bertindak yang didasarkan pada nili norma,etika,kejujuran,kebenaran,maupun keadilan. Pengingkaran dari nilai tersebut menunjukan rendahnya taraf harga diri seseorang. 4) Percaya diri (self-confidence). Kepercayaan timbul dari kehidupan kelompok social atau keluarga yang saling mempercayai satu sama lain. Orang tua mempercayai anak,maka akan tumbuh karakteristik untuk mempercayai orang tua. Dalam hal ini ,karena mereka hidup dan tumbuh dalam suasana hubungan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang ,serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. 5) Tanggung jawab (responsibility). Rasa tanggung jawab yakni rasa tanggung jawab terhadap apa yang menjadi hak dan kewajibanya.Seorang yang bertanggung jawab biasanya akan melaksanakan tugas dan kewajibanya sampai selesai. Sengan selesainya tugas dan tanggung jawab tersebut dengan baik maka akan menimbulkan harga diri dan kepuasan batin dan kesenangan dan kebahagian hidup. 6) Komitmen pribadi (commitment). Komitmen yakni tekad atau dorongan internal yang kuat untuk melaksanakan suatu janji, ketetapan hati yang sudah disepakati sebelumnya sampai benar-benar selesai dengan baik. Orang yang mempunyai komitmen biasanya perhatian,pemikiran dan tenaga tercurah,untuk mencapai tujuan akhir dari komitmennya. Dalam komitmaen mengandung unsure tanggung jawab moral, artinyaseorang individu telah mengungkapkan suatu komitmen, maka secara moral, ia akan merasa terikat dengan komitmennya. 7) Ketekunan (endurance). Untuk melakukan komitmen atau tanggung jawab dan komitmen sampai tuntas,dibutuhkan suatu sifat yang setia dan tekun untuk tetap bertahan pada kewajibannya. Ketekunan biasanya mengutamakan atau memprioritaskan tugas utamanya. Orang yang memiliki ketekunan berarti dalam dirinya muncul etos kerja dan ketekunan dalam melakukan tugas biasanya ditandai dengan karakteristik kemandirian,rasa percaya diri,optimis dan pantang menyerah. 8) Kemandirian (independence). Merupakan salah satu sifat dalam diri orang yang memiiki identitas diri (jati diri). Kemandirian adalah sifat yang tidak bergantung pada orang lain. Ia akan berusaha menyelesaikan masalah dalam hidupnya sendiri. Ia akan menggunakan segenap kemampuan,inisiatif,daya kreasi dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian kemandirian justru menjadi tantangan untuk membuktikan kreativitasnya. 3. Status Identitas Menurut James Marcia Teori Ini merupakan perluasan dan pengembangan teori psikososial dari Erikson. Untuk mendapatkan teori yang baru, maka j James Marcia berusaha mengembangkan konsep dengsn melalui penelitian langsung pada remaja yakni pada semester awal. Menurut Marcia memang remaja sedang berusaha mencar jati dirinya. Kemudian ia membagi identitas menjadi 4 status identitas. 1) Identitas penuh. Seorang individu dikatakan telah memiliki identitas (jati diri). Menurut James Marcia ,kalau dalam dirinya telah mengalami krisis dan ia dengan penuh tekad mampu mengahadapinya dengan baik. Justru denan adanya krisis akan mendorong dirinya untuk membuktikanbahwa dirinya mampu menyelesaikan dengan baik. 2) Identitas foreclosure. Idivindu yang beridentitas ini ,ditandai dengan tidak adanya krisis. Sehingga orang macam ini, sering kali banyak angan-angan yang akan dicapai dalam hidupnya, tetapi sering kali tidak sesuai dengan kenyataan masalah yang dihadapinya. Akinatnya orang ini ketika dihadapkan denagan maslah realitas, tidak mampu menghadapi dengan baik. 3) Identitas moratorium. Orang tipe ini akan ditandai dengan adanya krisis, tetapi tidak memiliki kemauan kuat untuk menyelesaikan masalah krisis tersebut 4) Kebingungan identitas. Individu yang menyadari adanya suatu krisis yang harus diselesaikan , tetapi ia tidak mau menyelesaikannya, menunjukan bahwa orang ini cendrung diukuasai oleh prinsip kesenangan dan egoism pribadi. Apa yang dilakukan seringkali menyimpang dan tidak pernah sesuai dengan masalanya. 

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Psikososial bisa didefinisikan sebagai aspek yang ada hubungannya dengan kejiwaan kita dan social. .Interaksi sosial merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan social. Dengan kondisi ini, diharapkan interaksi aspek psikologi dan sosial dapat menjadi positif, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada pembentukan identitas diri kita.

B. Saran Dengan adanya makalah tentang perkembangan psikologi penulis dan pembaca dapat mengetahui informasi yang berhubungan dengan hal ini . Sehingga kita semua dapat menjadikanya sebagai pembelajaran dalam hidup.

By: fred optiomistik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar