Sabtu, 04 Februari 2012

makalah bahasa indonesia

PENCEMARAN UDARA MAKASSAR

NAMA                                     : frederik mikael jumat
STBK                                                : 45 10 101 007



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BAHASA INGGRIS
Universitas 45 makassar
2011



KATA  PENGANTAR
Puji dan syukur  penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat, rahmat, dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Bahasa Indonesia dengan topik” Polusi udara di Kota Makassar” dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat sabagai pengganti ujian final mata kuliah Bahasa Indonesia sebagaimana yang telah ditetapkan oleh dosen pembimbing kepada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan( FKIP ) jurusan Bahasa Inggris.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini secara moril maupun materi, sehingga pembuatan makalah ini dapat di selesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.
Atas perhatian dan dukungan penulis mengucapkan terima kasih.

                                                                                    Makassar, 25 Juni  2011
           
                        Penulis.

DAFTAR ISI

Kata pengantar..................................................................................................................... i
Daftar isi.............................................................................................................................. ii
 I. PENDAHULUAN................................................................................................................ 2
1.1  Latar belakang......................................................................................................... 2
1.2  Identifikasi masalah................................................................................................. 5
1.3  Batasan masalah..................................................................................................... 5
1.4  Rumusan masalah................................................................................................... 5
1.5  Tujuan penelitian..................................................................................................... 6
1.6  Manfaat penelitian.................................................................................................. 6

II. TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................ 6
2.1  Pengertian Polusi..................................................................................................... 6
2.2  Pencemaran udara atau polusi udara..................................................................... 7
2.3  Dampak dari polusi udara..................................................................................... 10
2.4  Solusi dalam mengatasi......................................................................................... 12
III. DAFTAR PUSTAKA










1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah banyak yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, merusak properti.atau pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.Melihat dari definisi diatas maka kondisi lingkungan kita saat ini sangat memprihatinkan bahkan sangat mengancam kelangsungan hidu kita. Pada kurun lima tahun belakangan ini pembahasan mengenai iklim dibeberapa Negara menjadi topik  hangat bahkan Indonesia sendiri di tunjuk menjadi tuan rumah dalam konfrensi dunia dalam penanganan masalah iklim.perubahan iklim yang terjadi saat ini disebabkan oleh beberapa factor antar lain;  Pencemar primer  pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udaracontohnya kebakaran,asap pabrik,kendaraan bermotor,penimbunan sampah,letusan gunungserta Pencemar sekunder  pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.contoh:  Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.
Adapun beberapa pandangan mengenai polusi yang berkaitan pada wilayah Makassar sendiri diantaranya adalah:




"Langkah-langkah persiapan untuk mewujudkan hal itu mulai dilakukan dengan sosialisasi kepada mahasiswa dan akademisi serta para sopir angkutan kota atau 'pete-pete' yang setiap hari melayani penumpang masuk keluar Unhas," Kondisi itu menyebabkan degradasi lingkungan seperti terlihat dari menyempitnya ruang terbuka hijau (RTH) dari sekitar 35 persen pada 1970-an menjadi hanya 10 persen saja pada saat ini. Ancaman lain terhadap eksistensi kota di Indonesia, kata Djoko, adalah makin meningkatnya bencana alam akibat pergeseran lempeng bumi serta perubahan iklim. kata Humas Unhas Dahlan Abubakar,(2011:2).



"Polusi udara dalam ruangan merupakan salah satu ancaman terbesar kami kesehatan lingkungan ... lebih besar daripada situs limbah beracun dan perusakan lapisan ozon." Badan Perlindungan Lingkungan Nasional,(2010:1).








''Saya tidak tahu, apakah karena penelitian pencemaran udara ini adalah ''lahan kering''? Padahal, ancaman polutan udara sebenarnya sangat berbahaya bagi manusia terutama dalam jangka waktu yang panjang, tetapi tidak menjadi perhatian karena ancamannya tidak kelihatan. Tidak kelihatan tetapi ancamannya pasti," jelasnya. Direktur Jurnal Celebes Mustam Arief, kepada BKM,(2010:1).

"Saat ini memang kita belum merasakan efeknya tetapi mungkin kita telah teracuni udara yang dihirup (carbondioksida) atau CO2. Sementara perbaikan alam tidak cukup. Olehnya BLH mesti jeli dan menyikapi persoalan ini secara serius," kata Nelson. Anggota Komisi C DPRD Makassar dari Fraksi Makassar Bersatu, Nelson Marnanse Kamisi,(2010:3).

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pengawasan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) Badan Lingkungan Hidup Kota Makassar, mengatakan, hasil pengukuran kualitas udara ambien di Makassar sesuai standar keputusan Gubernur No 14 tahun 2003 tentang Bakumutu Udara Embien dan Baku Mutu Tingkat Kebisingan. Dimana rata-rata hasilnya menunjukkan kondisi udara yang baik atau masih berada diambang batas
Hasil pengukuran kualitas udara masih cukup bagus. Tingkat pencemaran dari beberapa parameter yang diukur tingkat pencemaran masih dalam batas rendah. "Selain masalah kebisingan juga hasil pengukuran air kanal ada yang tercemar. Misalnya di Kanal Jongaya, pencemaran dapat dilihat dari parameter BOD5 dan COD, karena melebihi baku mutu. Kondisi ini tentu bisa memengaruhi kualitas air tanah, Nirman(2010:5).

 “Salah satu upaya yang telah ditempuh oleh Pemkot Makassar dalam upaya mengurangi tingkat polusi di Makassar diantaranya mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau dengan menanam pohon, menggalakkan program penghijauan, Gerakan Makassar Green and Clean, serta program daur ulang sampah yang dapat menghasilkan barang bernilai ekonomi dari hasil pengolahan sampah produktif,” papar Walikota Makassar, Ir. Ilham Arif Sirajuddin, MM.   

1.2  Identifikasi Masalah

a.    Pengertian polus udara
b.    Mendskripsikan hal-hal yang mengakibatkan polusi udara
c.    Menjelaskan dampak yang ditimbulkan
d.    Menganalisa berapa besar dampak yang ditimbulkan
e.    Apa saja efek dari polusi udara
f.     Bagaimana solusi dalam mengatasi

1.3  Batasan Masalah

a.    Pengertian polusi udara
b.    Mendskripsikan hal-hal yang mengakibatkan polusi udar
c.    Menganalisa berapa besar dampak yang ditimbulkan
d.    Bagaimana solusi dalam mengatasi



1.4  Rumusan Masalah

a.    Pengertian polusi udar
b.    Mendskripsikan hal-hal yang mengakibatkan polusi udara
c.    Menganalisa berapa besar dampak yang ditimbulkan
d.    Bagaimana solusi dalam mengatasi



1.5 Tujuan Penelitian

a.    Mendefinisikan pengertian dari polusi udara
b.    Mendeskripsikani hal-hal yang mengakibatkan polusi udara
c.    Menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari polusi udara
d.    Memaparkan solusi dalam mengatasi

1.6  Manfaat Penelitan

a.    Memberikan pemahaman akan bahaya dari polusi udara
b.    Memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan
c.    Pengembangan program studi

2.    TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982). Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat member efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlahnormal
2. berada pada waktu yang tidaktepat
3. berada pada tempat yang tidaktepat
.
2.1 Pencemaran udara atau polusi udara
Pencemaran udara merupakan salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan polusidi kota Makassar,seperti yang dikatakan oleh
Direktur Jurnal Celebes Mustam Arief, kepada BKM, Kamis (17/3)n mengatakan, sebagai kota besar yang berkembang pesat, Makassar memiliki potensi pencemaran udara yang tinggi.
Tetapi, hingga sekarang ancaman ini sepertinya tidak dihiraukan pemerintah daerah dan instansi terkait. Para ilmuan di perguruan tinggi atau peneliti di Makassar tampaknya juga malas meneliti kualitas udara di kota ini.
penelitian kualitas udara di Kota Makassar dilakukan sekitar lima tahun lalu oleh Universitas Indonesia. Sesuai hasil penelitian tersebut, beban pencemaran udara 279.046.694,4 ton pb per tahun dan 502.254.342 ton CO2 per tahun," jelasnya.
Dengan kondisi ini, sebenarnya Makassar mestinya membutuhkan ruang terbuka hijau 8.621 ha atau dengan sekitar 862-an pohon. Padahal ketika itu, ruang terbuka hijau di Makassar baru sekitar 5 persen dari luas Kota Makassar.
Itu lima tahun yang lalu, dimana ekspansi pengembangan kota dan aktivitas manusia serta industri masih minim. Bayangkan saja dengan saat ini, kota Makassar makin luas, aktivitas manusia dan industri meningkat dengan pesat, kendaraan bermotor makin membanjiri Makassar. Sementara Makassar, sepertinya mengabaikan ancaman ini. Sesuai peraturan tata ruang, ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 persen dari luas kota, sedangkan Makassar sesuai informasi baru mencapai lebih dari 10 persen. Pemkot Makassar harus menekan laju polusi udara salah satu di antaranya dengan membatasi membatasi kendaraan bermotor dan aktivitas industri.Paling penting dilakukan adalah memacu penambahan ruang terbuka hijau (penghijauan), serta mengampanyekan pola hidup masyarakat kota Makassar yang ramah lingkungan. Pemkot Makasar ke depan juga harus tegas menegakkan aturan-aturan di bawah payung regulasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, tetang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

2.1.1 Jenis-jenis gas yang mengakibatkan polusi udara yakni:

a. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah kaca.
b. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunungberapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.

            c. Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
d. Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida bersama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.

Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
Ada juga prinsip efek rumah kaca menyebakan terjadinya pemanasani. Panas dari matahari yang masuk ke atmosfer bumi, tidak semuanya bisa dipantulkan kembali keluar atmosfer. Sebagian panas tersebut tetap tertahan di dalam atmosfer bumi. Penyebabnya adalah polusi besar-besaran gas CO2. Gas CO2 yang berlebihan bisa menghambat keluarnya panas matahari yang dipantulkan .



2.2 Dampak Dari Polusi Udara
            Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa polusi udara dapat mengakibatkan beberapa ganguan baik pada manusia,hewan tumbuhan bahkan alam itu sendiri. Untuk lebih jelas maka harus dibedakan secara umum apa saja penyebab polusi udarah di kota Makassar dan apa dampaknya.

Secara umum penyebab populasi udara di Kota Makassar ada dua macam yaitu :
1. Faktor Internal (alamia)
Contoh : Debu yang berterbangan akibat tiupan angin proses pembusukan sampa dan lain-lain.
2. Faktor Eksternal (Hasil Kegiatan Manusia)
Contoh : Hasil pembakaran bahan bakar fosil, debu atau serbuk dari kegiatan industri pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan keudara,asap pabrik, suara bising akibat kendaraan bermotor, asap orang merokok dan lain-lain.

a. Pengaruh pencemaran udara terhadap lapisan ozon
Kerusakan lapisan ozon disebabkan karena bereaksi dengan radikal bebas Chlor. Radikal Chlor berasal dari senyawa CFC yang banyak digunakan sebagai bahan pendingin AC, Lemari es dan juga digunakan pada bahan penyemprot ensektisida, penyemprot cat, penyemprot rambut, penyemprto parfum serta pada pelarut bahan pencuci kering ( Dry Cleaning). Senyawa CFC dikenal dengan nama dangan Freon.
Dengan bocoran CFC ke udara, maka CFC akan bergerak kelapisan Atmosfer. Pada lapisan ini, dibawah pengaruh radiasi sinar Ultraviolet berenergi tinggi, bahan tersebut terurai dan membebaskan atom klor. Klor akan mempercepat pemecahan ozon menjadi gas oksigen (O2). Di perkirakan suatu atom Klor akan dapat mengurai 100.000 molekul O3 Di samping, itu gas dari rumah kaca dan beberapa atom lainnya seperti bahan yang mengandung bromium (Br), yang disebut halon juga ikut memperbesar pemecahan ozon tersebut.
b. Pengaruh lubang ozon terhadap kehidupan
Dengan berkurangnya lapisan ozon dalam atmosfer, maka radiasi ultraviolet lebih banyak sampai kepermukaan bumi. Badan proteksi lingkungan Amerika (EPA) memperkirakan 5% ozon yang berkurang akan dapat menyebabkan gannguan pada makhluk hidup.
          Puluhan tahun lagi pemanasan global semakin dahsyat. Kalau tidak dicegah dari sekarang, bukan tidak mungkin 50 tahun kemudian sebagian dari pulau-pulau di Indonesia akan hilang tenggelam. Soalnya, es di kutub akan mencari dengan meningkatnya suhu pemukaan bumi. Selain itu, manusia bisa kelaparan karena produksi makanan di dunia semakin sedikit. Adalah tanggung jawab semua orang untuk mencegah peningkatan pemanasan global.

Ada beberapa dampak dari pengaruh polusi udara di kota Makassar adalah sebagai beriut:
a.    Lebih banyak kangker sel basal dan sel squamous, tetapi akan segera sembuh bila cepat diobati.
b.    Lebih banyak kasus kangker kulit melanoma yang sering berakibat fatal dan menyebapkan kematian tiap tahun.
c.     Menaikan kasuk katarak pada mata, kulit terbakar pada matahari dan kangker pada mata sapi.
d.    Menghambat daya kebal pada manusia sehingga lebih mudah terinfeksi penyakit.
e.    Peningkatan kasus kerusakan mata akibat asap fotokimia.
f.     Penurunan produksi tanaman pangan seperti beras, jagung dan kedelai.
g.    Kenaikan suhu udara (pengaruh gas rumah kaca) karena terjadi perubahn iklim, penurunan produksi pertanian, dan kematian hewan liar yang dilindungi.

2.3 Solusi Dalam Mengatasi
Apa yang kita lakukan untuk membantu mencegah peningkatan polusi udara di kota Makassar :
a.    Mencintai dan memelihara tumbuhan dan tanaman.
b.     Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja. Kalau hanya dekat, tidak perlu menggunakan motor atau mobil.
c.    Mengurangi pembakaran. Misal, pembakaran sampah, hindari pembakaran hutan.
d.    Penghijauan hutan
e.    Hindari penggunaan barang secara mubazir
f.     Untuk ekosistem laut, hindari perusakan karang dan pencarian ikan dengan merusak ( penggunaan bom atau semacamnya).
g.    Dan sebagai mahasiswa teknik Nuklir, saya sangat setuju sekali pembangunan PLTN, karena melihat kepentingan mengatasi  polusi dan global warming.








DAFTAR PUSTAKA


Abubakar,dahlan.2008”polusi di kawasan unhas”.http://koleksibukuanakunhas.blogspot.com/20 juni 2011
Darmawati.2010.”lingkungan dan kualitas hidup kota”.http://radmarssy.wordpress.com/20 juni 2011
Kirmanto joko.2008.”polusi kota-kota Indonesia”http://www.tribun-timur.com/read/artikel/134110/
Adam,yohanes.2011.” Pete-pete.Bakal.Dilarang.Masuk.Unhas”


hama pada tanaman kakao di desa suku tukang


BAB  I
PENDAHULUAN

      I.        LATAR BELAKANG

       Dalam pengembangan tanaman kakao selalu mendapatkan kendala serangan hama dan penyakit. Sampai tahun 2010, yang menjadi hama utama tanaman kakao di Kabupaten Flores Timur adalah kepik penghisap buah kakao Helopeltis theobromae sama yang berada di Sabah, Malaysia. Sejak September 2009 ditambah lagi masalah hama, yaitu masuknya penggerek buah kakao (PBK). Hama PBK itu telah diketahui sebagai hama penting pada perkebunan kakao di Filipina,Sulawesi Utara dan Sabah (Malaysia). Akibat serangan PBK dapat menurunkan produksi sampai 80% dan kerusakan biji 82%. Sehingga sangat di takuti oleh petani dan pengusaha perkebunan kakao.
       Hama PBK yang telah masuk di perkebunan kakao di kabupaten Flores Timur dan  baru diketahui meyerang tanaman kakao di kebun kakao milik rakyat Desa Sukutukang pada awal tahun ini. Untuk melakukan tindakan pengendalian yang efektif dan efisien di perkebunan tersebut diperlukan data luas serangan dan beratnya serangan melalui pengamatan ke seluruh kebun kakao milik rakyat Desa Sukutukang.

       Dalam kehidupan tanaman kakao, sejarah hidup dan kesinambungan generasi PBK dapat digambarkan sebagai berikut; telur berwarna kuning jingga berbentuk lonjong pipih dan berukuran 0,5 mm x 0,3 mm, diletakan satu per satu oleh ngengat betina pada alur-alur permukaan buah terutama buah yang telah berukuran panjang diatas 8 cm,dan tidak pada bagian lainnya (Entwistle,1985:1).

        Menurut Wardojo (1984:1) Gerekan pada buah mudah menyebabakan biji tidak berkembang, lebih-lebih apabila terjadi perusakan pada saluran makanan yang menuju biji telur jarang di letakan pada buah yang sangat mudah. Apabila hasil itu terjadi larva PBK biasanya banyak yang mati atau tidak berkembang biak.


        Serangan larva PBK pada buah bagian anteriol akan menyebabkan kerusakan lebih serius terhadap perkembangan biji atau bahkan menyebabkan pembusukan (Lim,1984:1).



        Setelah 15-18 hari di dalam buah,  larva yang mencapai ukuran panjang 10-11 mm dan berwarna hijau pucat,membuat liang gerekan keluar, melekat pada permukaan buah atau menjatuhkan diri pada daun segar atau kering di atas tanah, lalu membuat kokon yang berwarna kuning coklat berukuran 18 mm x 8 mm dan hari berikutnya berubah menjadi kepompong. Enam sampai delapan hari kemudian ngengat keluar dari kepompong. Ngengat bertubuh ramping dan lembut,panjang tubuhnya 7 mm dan rentangan sayapnya 12 mm.


         
       Perkembangan PBK sejak diletakkan sebagai telur sampai mencapai stadium dewasa memerlukan waktu 27-33 hari (Wardojo,1984:2). Menurut Lim (1984:2) kapribadian ngengat betina PBK dapat mencapai 200 telur per betina sadangkan yang di perkirakan kepribadian PBK hanya mencapai 100 telur per betina,Roepke (1912:1). Setiap buah kakao dapat menunjang kehidupan PBK dari 1-3 generasi. Lim (1984:1).



       Ngengat hanya aktif pada malam hari selama beberapa jam saja sejak matahari terbenam. Pada siang hari ngengat berada ditempat teduh dan sering terdapat pada bagian bawah cabang horizontal,berdiri dengan arah tegak lurus pada arah sumbu cabang tersebut.

       Dari hasil percobaan yang menggunakan 225 buah kakao,ditemukan 72% menunjang satu generasi,20,8% buah (dua generasi) dan 7,11% buah (tiga generasi).
           
Diperkirakan bahwa faktor penentu utama naik turunnya populasi PBK adalah banyaknya buah yang berumur sedang. Pengumpulan serentak buah dari berbagai ukuran menunjukan tingkat serangan PBK berturut-turut 108 (1%) dari 11.000 buah berukuran 7-10 cm,665 (12% dari 5.500 buah berukuran 10-12 cm, dan 1580 (45%) dari 3.500 buah berukuran 12-15 cm (Zehntner,1902 b dan Wardojo,1984). Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa banyaknya larva perbuah meningkat dari 6-8 ekor pada awal periode panen menjadi 30-40 ekor pada akhir periode panen (Zehntner,1902 c dan Wardojo (1984:1).
                                   
Kakao merupakan salah satu hasil komoditi  unggulan  saat ini di kabupaten Flores Timur.Seiring dengan perkembangan pasar bebas di negeri tercinta ini, banyak investor asing berbondong-bondong datang ke kabupaten ini untuk membeli hasil komoditi  perkebunan termasuk kakao,untuk dibawah ke negerinya. Disamping itu banyak juga pedagang local di kabupaten ini yang tidak kalah bersaing untuk turun langsung ke daerah-daerah atau pelosok terkecil sekalipun untuk membeli hasil komoditi para petani di kabupaten ini.
    II.        IDENTIFIKASI MASALAH
                                    
A.   asal-usul tanaman kakao
B.   cara membudidayakan tanaman kakao
C.   bibit kakao yang diperlukan untuk ditanam
D.   hama tanaman kakao
E.   biaya yang dikeluarkan untuk tanaman kakao
F.    pemasaran hasil tanaman kakao

           III.        BATASAN MASALAH
        Berhubung masalah yang diidentifikasi diatas cukup luas maka perlu dibatasi pada,
A.   asal-usul tanaman kakao
B.   cara membudidayakan tanaman kakao
C.   bibit yang diperlukan
D.   hama tanaman kakao
E.   pemasaran hasil tanaman kakao
          IV.        RUMUSAN MASALAH
1.    Darimanakah asal tanaman kakao
2.    Bagaimanakah bibit kakao yang diperlukan
3.    Bagaimanakah cara penanaman kakao yang baik
4.    Seperti apakah lahan yang cocok untuk tanaman kakao
5.    Bagaimanakah tanaman pelindung yang dikehendaki untuk tanaman kakao
6.    Apa sajakah jenis-jenis hama pada tanaman kakao
7.    Bagaimanakah cara pengendalian hama pada tanaman kakao
8.    Pemasaran hasil komoditi kakao

                   V.        TUJUAN PENELITIAN
      Seiring dengan perkembangan zaman disegalah bidang,khususnya perkembangan hasil perkebunan perlu di prioritaskan karena salah satu faktor pendukung kemajuan ekonomi di negeri ini berasal dari sektor perkebunan.Namun faktanya banyak masyarakat khususnya petani kakao di desa Sukutukang kurang memahami secxara pasti tentang tanaman ini.
Menurut Sahputra (1989:1) kerusakkan yang ditimbulkan oleh larva PBK berupa rusaknya biji,mengkeriputnya biji dan timbulnya warna gelap pada kulit biji hal itu berarti turunnya berat dan mutu produk. Kerugian yang disebabakan oleh PBK merupakan resultante dari turunnya berat dan mutu produk serta meningkatnya biaya panen karena pemisahan biji sehat dari biji yang rusak memerlukan waktu lama. Untuk mengetahui kerusakkan buah kakao akibat serangan PBK maka buah harus dikupas.

              Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menyadarkan serta memberi  pemahaman secara spesifikasi kepada para petani di desa Sukutukang tentang bagaimana cara membudidaya tanaman kakao.

          VI.        MANFAAT PENELITIAN

1.    Untuk penulis

Adapun manfaat bagi penulis adalah sebagai pengembangan program studi  terutama dibidang pertanian dan perkebunan.

2.    untuk para petani di desa Sukutukang.

Agar para petani kakao di desa Sukutukang bisa mengerti cara membudidayakan tanaman kakao.
3.    Untuk pemerintah daerah kabupaten Flores Timur.
Sebagai peringatan kepada pemerintah daerahFlores Timur  agar bisa membantu masyarakat terutama dalam sektor perkebunan guna mencapai kemakmuran di  kabupaten ini, khususnya desa Sukutukang.
















BAB II  
TINJAUAN PUSTAKA

1.    Asal-usul tanaman kakao
Tanaman kakao atau dalam bahasa latinnya teobroma cacao berasal dari Amerika Latin yang tumbuh di hutan hujan tropis.tanaman ini dibawah oleh orang Inggris ke Indonesia yang pada waktu itu yang merupakan  daerah jajahannya.Tanaman ini cocok ditanam didaerah yang mempunyai suhu berkisar  60 LU-110 LS.Sehingga tanaman ini sangat cocok dengan iklim di  Indonesia.
2.    Bibit kakao yang diperlukan
Dalam membudidayakan kakao fakftor pertama yang perlu diperhatikan adalah bibit.Bibit yang disiapkan untuk ditanaam harus berkualitas sehingga menghasilkan tanaman yang berkualitas pula.Untuk mengambil bibit yang berkualitas dianjurkan untuk mengambil bibit yang berasal dari buah yang berkualitas yang biasanya berada diatas permukaan tanah.
3.    Cara penanaman kakao
Tanaman ini ditanam pada awal musim hujan dengan jarak idealnya 3 x 3 m dan membutuhkan tanaman pelindung sebelum ditanam tanaman ini.
4.    Lahan yang cocok untuk tanaman kakao
Kakao membutuhkan curah hujan cukup dan terdistribusi merata dengan jumlah curah hujan sekitar 1500-2500 mm/tahun. Dengan musim kemarau  tidak lebih dari  3 bulan. Suhu yang dibutuhkan rata-rata 150 c -300 c dengan suhu optimum  25,50 c. Fluktuasi suhu harian  tidak kurang dari 90 c dan tidak ada angin yang bertiup kencang ( angin topan ). Volum tanah dalamnya ± 150 cm dengan tekstur dan struktur tanah baik, sehingga mampu menahan air, dan drainese serta mempunyai unsur hara yang cukup tinggi.
5.    Tanaman pelindung untuk kakao
Kakao membutuhkan tanaman pelindung sehingga tanaman ini berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya, seperti kelapa, kemiri, mente dll. Namun tanaman pelindung yang dibutuhkan cukup bermanfaat bagi para petani karena sebelum kakao dipanen petani dapat memanen hasil dari  tanaman  pelindung ini.
Ada dua macam tanaman pelindung:
a.    Pelindung sementara (moqhania michropyla)
Pelindung sementara yang dianjurkan atau baik untuk tanaman ini adalah pohon pisang.
Pohon pisang (musa paradiica) ditanam 6-12 bulan sebelum kakao ditanam, dengan jarak pohon pisang 6 x  3 m. Anak pisang dalam satu rumpun dianjurkan  cukup 2-3 pohon saja dan dipelihara sampai tahun keempat.
b.    Pelindung tetap
Disamping tanaman pelindung sementara, disiapkan juga tanaman sebagai pelindung tetap. Pelindung tetap yang cocok adalah pohon kelapa (cocus mucifera). Jarak kelapa yang dikehendaki adalah 10 x 10 m.
6.    Hama pada tanaman kakao
Ada tiga jenis hama pada tanaman kakao yakni:
a.    Penggerek buah (conophomorpha cramerella)
Cirri-ciri: buah   kakao diserang dengan gejalah masak awal atau masak sebelum waktunya,sehingga buah berwarna belang, kuning, hijau atau kuning jingga dadn terdaapat lubang gerekan dan keluar larva.Akibanya biji lekat-lekat saat dibelah.
b.    Kepik Pengisap Buah (helopeltis spp)
Cirri-ciri:
1        Bercak cekung berwarna cokelat kehitaman pada dinding buah.
2        Serangan berada pada buah muda menyebabkan kering dan mati, jika buah tumbuh terus  maka permukaan kulit buah retak dan perubahan bentuk. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu, gugur dan berujung pada meranggas.
c.    Penyakit Busuk Buah (Phytophtora palmivora)
Cirri-ciri: Buah berwarna cokelat kehitaman dari ujung dan pangkal buah. Penyakit ini dibawah oleh sporangium yang terpercik oleh air hujan dan biasaanya menyerang pada tanaman yang curah hujannya tinggi dan lembab.
7.  Cara pengendalian hama pada tanaman kakao.
a. Hama Penggerek Buah (Conophomorpha cramella)
         Cara pengendaliannya:
1.    Karantina (mencegah bahan tanaman kakao berasal dari daerah yang terserang Penggerek Buah Kakao.
2.    Pemangkasan
3.    Mengatur cara panen(panen sesering mungkin ≤ 7 hari 1 x). Buah dimasukan kedalam karung, sedangkan kulit buah dan sisa panen dibenam dalam tanah.
4.    Penyelubungan Buah (Kondomisasi)
5.    Cara kimiawi dengan delta metrin (decis 2,5 cc), sihalotrin 25 cc Buldok 25 cc dengan volume semprot 250/ha ntuk 10 hari 1 x
b. Penyakit Busuk Buah
Cara pengendaliannya:
a.    Sanitasi kebun, dengan cara memetik buah busuk dan membenamkannya dalam tanah ± 30 cm.
b.    Kultur teknis yaitu pemangkasan dan pengaturan pohon pelindung.
c.    Cara kimiawi dengan menggunakan Sandoz cupravit, cobox dll.

 by: arjun banjir